Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Berita » Artikel » Mengulik Tentang Tembakau Gorilla

Mengulik Tentang Tembakau Gorilla

(72 Views) November 30, 2018 3:45 am | Published by | No comment

Masyarakat dan media massa sedang ramai membicarakan mengenai tembakau gorilla. Bagi sebagian orang mungkin masih asing dengan tembakau jenis tersebut. Tembakau ini biasanya digunakan layaknya tembakau biasa yaitu dibentuk seperti lintingan rokok biasa. Tembakau gorilla telah masuk dalam NPS (news psychoactive substances) dan sudah dimasukkan ke dalam Permenkes No. 2 tahun 2017 dan termasuk ke dalam narkotika golongan 1. Dalam Permenkes no. 2 tahun 2017, tembakau gorilla disebut sebagai AB-CHMINACA dan AB-FUBINACA.

Tembakau gorila sudah beredar di DIY, Polda DIY menemukan 115 linting gorilla dan BNNK Sleman telah melaksanakan assesment sebanyak empat kasus.

Kandungan dalam Tembakau Gorilla

Komposisi tembakau cap gorilla yaitu tembakau, cengkeh dan ekstrak dagga liar / ekor singa. Leonotus Leonurus (dagga liar/ekor singa) memiliki kandungan sedative (penenang) tinggi, digunakan sebagai subtansi ganja di beberapa negara, sering disebut gors atau gori di kalangan pelanggan. Sedangkan versi BNN, tembakau gorilla ini terdiri dari tembakau, cengkeh dan ganja sintetis karena zat yang ditemukan di tembakau ini sama dengan zat pada ganja sintetis. Zat ini menyebabkan kecanduan dan menurunkan kinerja otak.

Apa itu Ganja Sintetis ?

Ganja sintetis termasuk dalam kelompok narkotika yang disebut “zat psikoaktif baru” yang tergolong ke dalam kategori narkotika golongan 1. Ganja sintetis tidak sama dengan ganja, ganja sintetis adalah campuran bahan kimia industri yang disemprotkan pada daun kering dan potongan rumput biasa, dibungkus sedemikian rupa dan dijual dengan berbagai nama samaran. Tak jarang pula ganja sintetis diperdagangkan sebagai lintingan rokok tembakau tak bermerek.

Efek Mengkonsumsi Ganja Sintetis

Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam ganja sintetis ini bekerja mirip THC (tetrahydrocannabinol) atau sering disebut sebagai ganja, senyawa psikoaktif yang ditemukan dalam tanaman ganja. Baik THC maupun senyawa kimia sintetik, keduanya mengikat pada system reseptor CB1 di otak untuk menghasilkan efek euphoria.

Efek yang ditimbulkan yaitu muntah-muntah, nyeri dada, pusing, peningkatan denyut jantung, penglihatan menghitam, sakit kepala, kerusakan ginjal, ngilu, kebingungan, kejang, kedutan. Efek ganja juga telah dikaitkan dengan perubahan perilaku berupa mudah marah, cepat mengantuk, halusinasi, hingga gejala psikosis. Dalam beberapa kasus, efeknya bisa menyebabkan stroke, darah tinggi, sesak napas, gagal jantung akut, serangan jantung atau bahkan kematian.

Melihat efeknya yang sangat berbahaya, mari  bersama-sama kita perangi tembakau gorilla dan narkoba lainnya!!!

Categorised in:

No comment for Mengulik Tentang Tembakau Gorilla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *