Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Kamis, 3 Oktober 2019

Klinik Pratama Sembada Bersinar Diresmikan Bupati Sleman

BNN Sleman - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman resmikan Klinik Pratama Sembada Bersinar yang berada di Komplek Rumah Dinas Kabupaten Sleman Jl.Dr Rajimin, Sucen, Triharjo, Sleman, Kamis (3/10). Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman Drs.H.Sri Purnomo, M.Si dilanjutkan pengguntingan pita oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Drs. Triwarno Atmojo.

Kepala BNN Kabupaten Sleman AKBP Siti Alfiah, S.Psi, SH, MH menjelaskan bahwa salah satu tujuan didirikannya Klinik Pratama di BNN Kabupaten Sleman adalah dalam upaya menurunkan angka prevalensi penyalahguna narkoba khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.

“Klinik ini merupakan klinik institusi pemerintah yang dikelola oleh BNN Kabupaten Sleman dan didirikan khusus untuk para penyalahguna dan pecandu narkoba melalui rehabilitasi medis rawat jalan,” kata Siti Alfiah.

Fasilitas pelayanan pada klinik tersebut diantaranya : pelayanan asessment, rawat jalan, pelayanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN), pelayanan promotif dan pelayanan kuratif. Selain itu, selama mengikuti program tersebut akan ditangani  langsung oleh tenaga kesehatan terlatih dibidang adiksi.

“Rehabilitasi di Klinik Pratama Sembada Bersinar adalah program pemerintah sehingga tidak dipungut biaya,” katanya.

Sementara itu Bupati Sleman berharap dengan adanya Klinik Pratama Sembada Bersinar ini, para penyalahguna narkoba di Kabupaten Sleman dapat segera sadar dan lapor diri untuk  mendapatkan pelayanan rehabilitasi secara maksimal, sehingga dapat terlepas dari kecanduan narkoba. Selain itu dengan adanya klinik tersebut akan sangat membantu program Pemkab Sleman dalam  mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat lahir dan batin.

“Saya berharap keberadaan Klinik ini dapat membuat para penyalahguna narkoba untuk dapat terbebas  dari penyalahgunaannya dan dapat  menjalani kehidupannya dengan lebih baik lagi bersama keluarga dan masyarakat disekitarnya. Setelah selesai menjalani rehabilitasi para mantan pasien tersebut diharapkan dapat membantu upaya memerangi penyalahgunaan narkoba yang tiada hentinya digelorakan oleh Pemkab Sleman,” tambahnya.



Sabtu, 28 September 2019

September Ceria Tanpa Narkoba bersama Rotary Club of Yogyakarta Mangkubumi

BNN Sleman - Penyebaran dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi momok bagi orang dewasa saja, seperti yang telah diketahui bersama bahwa narkoba merupakan salah satu musuh terbesar bagi masyarakat di Indonesia. Peredaran narkoba tidak pernah pandang bulu dalam menjerat korbannya, hal ini yang kemudian menjadikan keresahan dan harus dicari solusinya bersama-sama. Fakta di lapangan menunjukan bahwa peredaran narkoba telah merambah pada anak-anak, dan akan sangat memprihatinkan karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus memberikan kontribusi dalam membangun bangsa ini pada saatnya nanti. Oleh karena itu, sosialisasi P4GN sejak dini sangat penting dilakukan agar anak-anak dapat mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba dan menghindarinya sejak dini.

Rotary Club of Yogyakarta Mangkubumi menghadirkan BNN Kabupaten Sleman untuk memberikan sosialiasasi P4GN bagi anak-anak usia dini dalam kegiatan "Carnival Day" yang dilaksanakan di Parkson Departement Store Hartono Mall (28/09). Dalam kesempatan tersebut, narasumber menjelaskan kepada anak-anak terkait narkoba dan bahayanya. Sosialisasi tersebut disajikan dengan metode mendongeng agar mudah dipahami dan menarik minat anak-anak.

Selain sosialisasi P4GN, dilaksanakan pula lomba mewarnai karakter Kapten BeNN dengan tema "Say No to Narkoba". Upaya ini diharapkan dapat meyakinkan anak-anak untuk hidup sehat tanpa narkoba dan memberikan pengetahuan tambahan kepada anak usia dini untuk lebih waspada terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba.


Selasa, 24 September 2019

Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Dengan Dinas Terkait

BNN Sleman- Menindaklanjuti kerjasama antara BNN Kabupaten Sleman dengan lembaga rehabilitasi narkoba di wilayah Kabupaten Sleman baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat, maka pada 23/09 di Grand Tjokro Hotel jl. Affandi  Depok Sleman melalui seksi rehabilitasi diadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh 15 peserta yang sekaligus mitra BNN Kabupaten Sleman dalam menangani korban  penyalahguna narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Sleman AKBP Siti Alfiah, S.Psi, SH.,MH sebagai salah satu narasumber menyampaikan perkembangan isu narkoba yang saat ini merambah masyarakat pada usia produktif, termasuk anak sekolah dengan kategori coba pakai. Dalam kegiatan  ini juga dibahas hambatan yang ditemui oleh lembaga rehabilitasi terkait dengan pelaksanaan program rehab bagi korban penyalahguna narkoba, beberapa diantaranya adalah belum meratanya edukasi terkait narkoba pada seluruh lapisan masyarakat, masih ada anggapan di masyarakat bahwa mempunyai anggota keluarga yang menjadi pecandu narkoba merupakan aib bagi keluarga sehingga hal tersebut menurunkan angka kesadaran untuk melaporkan diri sebagai klien rehabilitasi, selain itu kurang maksimalnya implementasi UU No. 35 tahun 2009 pasal 54 tentang efek jera bagi orangtua yang kurang menjalankan perannya dalam mendampingi anak yang bermasalah dengan penyalahgunaan narkotika.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Sleman Menik Fardintika Zohara, S. Farm., Apt dalam kesempatan ini juga memaparkan hasil capaian kerjasama antara BNNK Sleman dengan lembaga rehabilitasi terkait. Diharapkan bahwa lembaga maupun instansi terkait dapat lebih meningkatkan perannya sehingga program rehabilitasi dapat terlaksana dengan optimal.


Minggu, 22 September 2019

Pemerintah Desa Girikerto Serius Perangi Narkoba

BNN Sleman - Kasus penyalahgunaan narkoba sepertinya tidak pernah ada habisnya, hal ini tebukti dari berbagai media masa yang  hampir setiap hari menayangkan berita terkait kasus narkoba di berbagai wilayah. Pelakunya pun bermacam-macam dan melibatkan masyarakat dari kelompok umur anak-anak hingga dewasa. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan dan harus mendapatkan atensi dari berbagai pihak agar Indonesia tidak kehilangan generasi-generasi yang produktif dan berfikiran maju.

Tidak sedikit anggaran pemerintah yang telah dikeluarkan melalui berbagai lembaga di negeri ini untuk menangani permasalahan narkoba, ini membuktikan bahwa pemerintah tidak main-main berupaya mencegah dan memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Girikerto Kecamatan Turi, dalam upaya ikut menanggulangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayahnya maka dilaksanakan sosialisasi di 10 dusun yang ada di wilayah Desa Girikerto dengan melibatkan BNN kabupaten Sleman sebagai narasumbernya. Sosialisasi yang pertama dilaksanakan di dusun Kemirikebo pada 20/09 dan terakhir akan dilaksanakan pada 12/10 di dusun Glagahombo.

Kegiatan yang melibatkan Karang Taruna, kader PKK dusun, dan masyarakat setempat ini juga bertujuan untuk mengurangi resiko serta sebagai wadah bagi masyarakat untuk lebih memahami bahaya maupun dampak dari penyalahgunaan narkoba. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan materi terkait jenis serta efek penyalahgunaan narkoba, disamping itu juga menyampaikan pesan kepada peserta untuk menjadi generasi sehat yang jauh dari penyalahgunaan narkoba.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor dalam upaya P4GN dan menyebarluaskan kembali materi yang didapatkan kepada komunitas disekitarnya.






Minggu, 28 Oktober 2018

Gowes Sambil Kampanye Anti Narkoba

BNNK Sleman - Masih ingat dengan istilah mens sana in corpore sano , istilah dalam bahasa Latin yang artinya Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Maksudnya adalah jika tubuh seseorang sehat pasti mempunyai jiwa yang kuat, begitu pula sebaliknya. Untuk mewujudkannya, maka seseorang perlu berolahraga secara rutin.Olahraga memiliki peran penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter. Salah jika memandang olahraga hanya urusan sehat jasmani, berkeringat dan senang. Olahraga sangat melekat dengan urusan sportivitas, kedisiplinan, kepatuhan, dan kehormatan, keempatnya adalah inti dari pembangunan SDM yang berkarakter. SDM yang berkarakter tentu bisa memproteksi diri dari hal-hal negatif, diantaranya adalah menjauhi penyalahgunaan narkoba. Berangkat dari hal tersebut, Komunitas Sepeda Antar Lintas Gowes Jogja (ALGOJO) mengadakan senam sehat danfun bike yang dibarengi dengan kampanye anti narkoba.Komunitas Sepeda ALGOJO Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, BNN Kabupaten Sleman, Bank BPD DIY, PDAM Sleman dan Joint Production mengadakan Senam Sehat dan Fun Bike dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun 2018 pada hari Minggu (28/10). Sekitar 4000 pesepeda dan peserta senam menyemarakkan acara yang digelar di Lapangan Pemkab Sleman ini.Terdapat dua pilihan jarak tempuh yang disediakan oleh panitia, yaitu 15 km dan 30 km. Jarak 30 km diperuntukkan bagi para pesepeda yang sudah biasa menempuh perjalanan jauh dan rute yang diambil adalah menyusuri wilayah Kabupaten Sleman bagian barat.Dalam sambutannya, Drs. H. Sri Purnomo, M.Si selaku Bupati Kabupaten Sleman mengajak seluruh peserta untuk giat berolahraga dan membiasakan berpikir positif. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar seluruh masyarakat dapat menjaga diri dan keluarganya dari bahaya penyalahgunaan narkoba dengan mengikuti kegiatan yang positif dan bermanfaat, diantaranya gowes maupun senam sehat..Ada yang menarik dari doorprize yang diberikan oleh panitia kali ini, yaitu 2 ekor sapi, 5 sepeda motor dan 11 sepeda motor kepada para pemenang lomba.


Terkini








Rabu, 9 Oktober 2019

Kampus Bebas Narkoba, Mahasiswa Sejahtera

 

Usia remaja merupakan usia dimana individu sudah mulai bisa merencanakan kehidupannya di masa depan, dan juga merupakan usia yang sangat kritis dalam mencari jati dirinya sendiri. Mahasiswa termasuk dalam usia peralihan dari remaja menuju dewasa. Pada saat usia tersebut, pergaulan semakin meluas sehingga informasi sangat mudah diperoleh. Hal tersebut bisa menyebabkan mahasiswa menjadi target para bandar narkoba dalam upaya memasarkan narkoba. Pengetahuan mahasiswa terhadap bahaya narkoba dapat menjadi gambaran bagaimana informasi maupun pengetahuan mahasiswa terhadap masalah narkoba. Faktor yang menyebabkan remaja mudah terjerumus dalam bahaya narkoba antara lain adalah pergaulan dan rasa keingintahuan yang tinggi untuk mencoba-coba, mengikuti trend serta gaya hidup. Data Badan Narkotika Nasional pada tahun 2018 menunjukkan bahwa pada kelompok pelajar dan mahasiswa di Indonesia, angka prevalensi pengguna narkoba sebesar 3,2% atau setara dengan 2.297.492 orang dari total pengguna 15.440.000 orang. Sedangkan di Yogyakarta sendiri, angka prevalensi pada tingkat perguruan tinggi sebesar 0,7%. Salah satu upaya agar mahasiswa terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba adalah dengan menciptakan lingkungan kampus bebas narkoba. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan kampus bebas narkoba antara lain:

  1. Menetapkan kebijakan (peraturan, tata tertib) dan memberikan dukungan kegiatan dalam upaya menghindarkan lingkungan kampus dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba oleh rektorat
  2. Menjalin kerja sama dengan lembaga kesehatan, keagamaan, penegak hukum, dan Badan Narkotika Nasional setempat.
  3. Mensinergikan pendidikan tentang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) ke dalam mata kuliah
  4. Mahasiswa dihimbau untuk
    1. Mempelajari bahaya penyalahgunaan narkoba dan mengembangkan potensi dirinya dalam upaya menghindarkan diri dari pengaruh penyalahgunaan narkoba
    2. Berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan P4GN yang dilaksanakan di lingkungan kampus
    3. Melaporkan segala bentuk kepemilikan, peredaran, atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus
    4. Aktif mengikuti kegiatan pelatihan, seminar, workshop tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba baik yang dilaksanakan oleh pihak kampus maupun di luar kampus

Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi pelopor dalam upaya P4GN dan menyebarluaskan kembali materi yang didapatkan kepada komunitas disekitarnya.

Ditulis oleh : Aulia Syavitri

Mahasiswa Jurusan Psikologi, Fakulas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Semester 7

Sumber :

BNN. (2010). Mahasiswa dan bahaya narkotika. Jakarta: Badan Narkotika Nasional.

Puslidatin. (2019). Indonesia drugs report 2019. Jakarta: Badan Narkotika Nasional.


Kamis, 4 Januari 2018

Ancaman Narkoba Bagi Generasi Muda Kedepan

Generasi muda merupakan pemegang tongkat estafet masa depan bangsa. Pemuda  merupakan generasi penerus dan pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan dalam mencapai cita-cita bangsa. Generasi muda memiliki peranan besar sebagai subyek maupun sebagai obyek dalam pembangunan pada masa kini dan masa yang akan datang. Kompetensi dan daya saing pemuda merupakan bagian integral dari pembangunan karakter menghadapi tantangan global.Generasi muda adalah beralihnya seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau muda dengan disertai perkembangan fisik dan non fisik (jasmani, emosi, pola pikirannya dan sebagainya). Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 - 30 tahun. Sedangkan pengertian pemuda (youth) menurut Commonwealth Youth Programme (CYP) adalah sebagai seseorang yang berusia antara 15-29 tahun.Menurut Aristoteles, tentang sifat-sifat orang muda yaitu orang-orang muda punya hasrat-hasrat yang sangat kuat dan mereka cenderung untuk memenuhi hasrat-hasrat itu semuanya tanpa membeda-bedakannya. Kontrol diri manusia dilakukan oleh rasio (akal) dan rasio inilah yang menentukan arah perkembangan manusia. Potensi pemuda ini harus dibangun menjadi sumber daya yang ahli, terampil, dan profesional. Hal ini sangat penting dalam peranannya sebagai generasi penerus bangsa.Jumlah usia pemuda menurut data dan informasi Kemenpora pada tahun 2010 sekitar 57,81 juta jiwa atau 25,04 persen dari penduduk Indonesia yang berjumlah 230,87 juta jiwa. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik ada tahun 2013, usia produktif atau angkatan kerja Indonesia mencapai 118,19 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda merupakan aset ekonomi yang penting dalam pembangunan dan perkembangan ekonomidi Indonesia terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Maka pemuda Indonesia berpeluang besar menguasai pasar ASEAN. Namun bukan hanya terkait kuantitasnya yang besar sebagai tenaga kerja, akan tetapi menyangkut pula sejauh mana kualitasnya. Jumlah angkatan kerja usia produktif ini perlu akselerasi peningkatan baik kompetensi, pemberdayaan dan pengembangan kualitas potensi pemuda..Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Namun pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik.Dalam kondisi kekinian perkembangan global, berbagai persoalan mengancam eksistensi pemuda. Menurut Kemenpora, beberapa persoalan yang menandai kondisi pemuda saat ini antara lain persoalan rendahnya minat baca di kalangan pemuda, persoalan penyalahgunaan narkoba, premanisme, serta minimnya sarana dan prasarana kepemudaan. Dan ini merupakan faktor yang turut memperbesar masalah kepemudaan.Fenomena narkoba merupakan fenomena yang multidimensi, berkaitan ke seluruh aspek kehidupan mulai dari kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi. Narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional karena dalam perkembangannya penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus dan pemimpin bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur syaraf otak. Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) di masa depan.Permasalahan penyalahgunaan narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan global disemua kalangan termasuk pemuda. Bahkan Presiden Joko Widodo menetapkan Indonesia Darurat Narkoba. Berdasarkan Laporan Survei Perkembangan Penyalah guna Narkoba di Indonesia Tahun 2014, diperkirakan berjumlah sebanyak 3,8 juta - 4,1 juta orang atau sekitar 2,10% - 2,25% dari total seluruh penduduk Indonesia usia produktif. Tahun 2015 jumlah penyalah guna narkoba diproyeksikan ± 2,8% atau setara dengan ± 5,1 - 5,6 juta jiwa dari populasi penduduk Indonesia usia 10-59 tahun.Penyalah guna narkoba coba pakai proporsi yang terbesar dari kalangan pelajar mahasiswa. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka akan timbul permasalahan yang lebih besar bagi bangsa kita dikemudian hari, karena memiliki generasi muda yang terbelenggu oleh narkoba..Perkembangan narkoba semakin mengkhawatirkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, mulai berkembangnya narkotika-narkotika jenis baru atau yang disebut dengan New Psychoactive Substances (NPS). Data laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), pada tahun 2011 terdapat 243 jenis NPS yang beredar di berbagai negara, jumlah tersebut meningkat menjadi 251 jenis pada tahun 2012, dan meningkat lagi menjadi 348 jenis pada tahun 2013. UNODC melaporkan pada tahun 2014 sebanyak 540 NPS telah terindentifikasi. Di Indonesia, NPS yang beredar di Indonesia dan turunannya berjumlah 36 buah, 18 diantaranya sudah diatur dalam Permenkes nomor 13 tahun 2014 untuk dimasukkan dalam golongan 1 Narkotika.Peredaran narkoba berkembang dengan berbagai modus, salah satunya memanfaatkan kemajuan teknologi jaringan internet. €œUNODC mencatat bahwa saat ini terdapat ratusan situs online yang menjual dan mengedarkan NPS. Kasus pembelian narkotika jenis NPS secara online sudah sampai di Indonesia. Salah satu contoh kasus yang diterima oleh Balai Laboratorium Uji Narkoba BNN adalah yang terjadi diarea parkir motor Kantor Pos di Jalan RS. Fatmawati No. 10 Jakarta Selatan, dimana tersangka kedapatan membawa paket narkotika jenis NPS (XLR-11) kiriman dari Amerika. Narkotika tersebut di bungkus plastik dengan merk yang berbeda antara lain Purple Diesel, Super Strong Incense , Hulk Kush, Fairly Legal, Mad Hatter dan Mr. Nice Guy. Jadi pemasaran dan penjualan narkotika jenis NPS masih tergolong bebas terutama dilakukan dengan cara transaksi jual beli online.Aspek-aspek yang terganggu akibat penyalahgunaan NPS ini selain dari aspek kesehatan juga mempengaruhi aspek yang lain. Menurut O'Neill, C (2014) penyalahgunaan NPS dapat membahayakan kesehatan, sosial dan ekonomi. Bahaya NPS dari segi kesehatan yang paling utama adalah membahayakan diri sendiri antara lain kerusakan mental, ketergantungan, permasalahan kesehatan fisik, keracunan dan kematianEfek bahaya NPS tergantung dari jenis NPSnya. Ada beberapa jenis NPS yang efeknya kuat bila penggunaannya bersamaan dengan zat lain atau NPS lain. Ada juga jenis NPS yang efeknya lebih bahaya atau lebih dahsyat dari narkoba yang sudah ada. Berdasarkan UNODC untuk golongan jenis NPS golongan Synthetic Cathinones dan Golongan Phenethylamine untuk meningkatkan efek pemakaiannya maka dapat dilakukan dengan cara multi drugs yaitu pemakaiannya bersamaan dengan zat lain sehingga dapat memperkuat efek yang dirasakanAncaman narkoba termasuk NPS mengancam kualitas generasi muda bangsa Indonesia. Didukung oleh peredaran NPS di Indonesia yang masih bebas karena belum semua NPS diatur dalam Peraturan Undang-Undang di Indonesia dan ketidaktahuan penyalah guna NPS bahwa yang mereka konsumsi adalah NPS yang efeknya sama atau lebih berbahaya dari narkoba yang sudah ada. Kalangan yang rawan terhadap penyalahgunaan NPS adalah generasi muda. Rusaknya generasi muda akan mengganggu ketahanan nasional bangsa dan pemuda itu sendiri sehingga akan menghancurkan bangsa. Pemuda yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, apabila sudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba akan merusak semua struktur baik bidang sosial, ekonomi, ketahanan nasional dan pendidikan karena akan merubah struktur pemikirannya, perilaku sosial, daya pandang dan mimpinya.Upaya penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara masif dan bersatu padu dalam suatu gerakan bersama instansi terkait baik pemerintah, TNI/Polri, Swasta dan seluruh komponen masyarakat lainnya untuk melaksanakan strategi yang memadukan pengurangan persediaan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction) sehingga Program Pencegahan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dapat berhasil. Diperlukan keseriusan dan kebersinambungan tindakan dalam berbagai dimensi, seperti pemberantasan yang tetap garang dengan perampasan aset sindikat narkoba, kewaspadaan terhadap ancaman narkotika jenis baru, sikap toleran penegak hukum dalam menangani penyalah guna narkoba yang berorientasi pada rehabilitasi dan disempurnakan dengan revitalisasi upaya pencegahan dan pemberdayaan gerakan masyarakat melawan penyalahgunaan narkoba.Langkah preventif, pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda bangsa Indonesia adalah dengan melakukan sosialisasi dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, pendidikan sejak dini melalui sekolah dengan memasukkan bahaya narkoba ke dalam kurikulum sekolah. Pembinaan relawan-relawan anti narkoba hingga mengakomodir partisipasi masyarakat untuk bisa berperan dalam penanggulangan narkoba sesuai dengan potensinya masing-masing. Peran keluarga dan lingkungan sangat mendukung dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.Ditengah berbagai tantangan global, pemuda sebagai harapan bangsa harus mengisi waktu dengan hal dan kegiatan yang positif dengan ilmu pengetahuan disertai semangat untuk maju dan berkarya, seperti ada pepatah Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini (KH. Wahid Hashim). Dalam Peringatan Sumpah Pemuda yang ke 87 dengan tema Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi Satu untuk Bumi. Melalui revolusi mental pemuda, kita harapkan lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.


Rabu, 27 Desember 2017

Kenali Perilaku Pengguna Narkoba Sejak Dini

Pertumbuhan pengguna narkoba diindonesia yang cenderung meningkat perlu disikapi dengan peran aktif seluruh masyarakat dalam menangkal penyebaran dari zat berbahaya ini. Walaupun sesungguhnya narkoba atau obat obatan yang masuk dalam golongan ini sebenarnya dibuat untuk kemanfaatan manusia pada umumnya, terutama kemanfaatan dalam bidang medis. Menjadi masalah ketika seiring berjalannya waktu, golongan obat atau zat yang mengandung senyawa adiktif ini kemudian menjadi konsumsi bagi mereka yang tidak berhak atau tidak berkepentingan untuk mengkonsumsi, dengan cara mengkonsumsi yang tentu saja menyimpang dan akibatnya tentu sangat berbahaya bagi tubuh.Sebagai masyarakat tentunya kita harus sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk mencegah bahkan menghentikan penyebaran narkoba secara ilegal. Semua faktor harus diketahui oleh semua unsur masyarakat, agar dapat diciptakan sifat kemandirian dan tanggap situasi terhadap sekitar. Tanggap situasi dimaksud adalah mengenali hal hal yang tidak sewajarnya berhubungan dengan penggunaan narkoba secara ilegal. Salah satunya dalah bagaimana kita mengenali sikap dan perilaku para pengguna narkoba.Dengan kita mengenali perilaku para pengguna narkoba, maka diharapkan dapat diterapkan sikap penangan secara dini untuk mencegah akibat yang lebih buruk. Badan Narkotika Nasional melalui riset yang telah dilakukan menjabarkan ciri ciri fisik dan perilaku yang bisa dikenali dari para pengguna narkoba. Hasil riset yang dilakukan menjabarkan kurang lebih ada 53 tanda yang bisa dikenali dari para pengguna narkoba ini. Ciri atau tanda tandanya adalah sebagai berikut :1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata2. Bicara pelo/cadel3. Jika keluar rumah sembunyi-sembunyi4. Keras kepala/susah dinasehati5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat6. Tidak konsisten dalam berbicara7. Sering mengemukan alasan yang dibuat-buat8. Sering berbohong9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya10. Berbicara kasar kepada orangtua atau anggota keluarganya11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya15. Lebih sering dihukum atau dimarahi16. Bila dimarahi, makin menjadi-jadi dengan menunjukan sifat membangkang17. Tidak mau memedulikan peraturan di lingkungan keluarga18. Sering pulang lewat larut malam19. Sering pergi ke diskotek, mal atau pesta20. Menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang21. Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan22. Sering merongrong keluarga untuk meminta uang dengan berbagai alasan23. Selalu meminta kebebasan yang lebih24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar sendiri atau kamar mandi25. Jarang mau makan atau berkumpul bersama keluarga26. Sikapnya manipulatif27. Emosi tidak stabil atau naik turun28. Berani berbuat kekerasan atau kriminal29. Ada obat-obatan, kertas timah, bong (botol yang ada penghisapnya) maupun barang-barang aneh lainnya (aluminium foil, jarum suntik, gulungan uang/kertas, dll), bau-bauan yang tidak biasa (di kamar tidur atau kamar mandi)30. Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut31. Sering memakai kacamata gelap dan atau topi untuk menutupi mata telernya32. Sering membawa obat tetes mata33. Omongannya basa-basi dan menghindari pembicaraan yang panjang34. Mudah berjanji, mudah pula mengingkari dengan berbagai alasan35. Teman-teman lamanya mulai menghindar36. Pupusnya norma atau nilai yang dulu dimiliki37. Siklus kehidupan menjadi terbalik (siang tidur, malam melek/keluyuran)38. Mempunyai banyak utang serta mengandalkan barang-barang atau menjual barang-barang39. Bersikap aneh atau kontradiktif (kadang banyak bicara, kadang pendiam sensitif)40. Paraniod (ketakutan, berbicara sendiri, merasa selalu ada yang mengejar41. Tidak mau diajak berpergian bersama yang lama (keluar kota, menginap)42. Sering tidak pulang berhari-hari43. Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali ke rumah44. Tidak memperbaiki kebersihan/kerapihan diri sendiri (kamar berantakan, tidak mandi) 45. Menunjukan gejala-gejala ketagihan (demam, pegal-pegal, menguap, tidak bisa tidur berhari-hari, emosi labil)46. Sering meminta obat penghilang rasa sakit dengan alasan demam, pegal, lisu, atau obat tidur dengan alasan tidak bisa tidur47. Mudah tersinggung48. Berubah gaya pakaian dan musik yang disukai49. Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu50. Motivasi sekolah menurun (malas berangkat sekolah, mengerjakan PR, atau tugas sekolah)51. Di sekolah sering keluar kelas dan tidak kembali lagi52. Sering memakai jaket (untuk menutupi bekas suntikan, kedinginan, dll)53. Sering menunggak uang sekolah atau biaya-biaya lainnya.Demikian ciri atau tanda yang bisa dikenal dari para pengguna narkoba. Diharapkan kita secara mandiri untuk bisa mengamati lingkungan sekitar kita dan segera mengambil tindakan yang diperlukan apabila dijumpai tanda tersebut pada anak kita,kerabat, ataupun masyarakat. INGAT! MENCEGAH NARKOBA LEBIH DINI, ADALAH PENTING UNTUK MENCEGAH AKIBAT YANG LEBIH BURUK DIMASA MENDATANG!.


Rabu, 27 Desember 2017

Keluarga Adalah Benteng Utama dalam Upaya Pencegahan dan Penyebaran Narkoba

Seperti kita ketahui, penyebaran narkoba berbasis masyarakat dengan berbagai modus dan cara untuk mewujudkannya. Celah sekecil apapun akan dengan cepat bisa dimanfaatkan oleh golongan orang orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan narkoba tersebut. Generasi muda tetap menjadi prioritas utama dalam tujuan penyebarannya. Bila dipikir, sungguh sangat pelik dan rumit permasalahan ini seandainya tidak diambil sikap bijaksana dalam menghadapinyaMasyarakat dengan lini terkecil keluarga menjadi prioritas awal dalam upaya membendung laju penyebaran narkoba ini. Sadarilah bahwa pola asuh dalam keluarga sangat mempengaruhi mental dan psikologis anak dalam mendukung penyebaran narkoba ini. Anak sebagai generasi muda seperti kita ketahui berada dalam tahap pencarian identitas diri dimana dalam proses tersebut memerlukan dukungan moral dan spiritual dalam menghadapinya. Kehadiran orang tua sebagai pengayom dan pelindung bagi anak mutlak sangat diperlukan.Orang tua sebgai pilar kokoh dalam keluarga, hendaknya menjadi problem solution dalam memecahkan persoalan yang dihadapi anak dalam masa pencariannya tersebut. Orang tua juga bisa menjadi tempat aduan dari si anak. Dalam proses awal, pendidikan lingkungan keluarga lah yang menentukan sikap keterbukaan dari anak tersebut. Mengapa sikap keterbukaan dirasa sangat penting dalam memecahkan dan menghadapi permasalahn ini? Ya tentu saja sikap keterbukaan seorang anak terhadap orang tuanya inilah yang menjadi pintu bagi orang tua untuk bisa mengarahkan dan membina seorang anak. Sikap keterbukaan hendaknya selalu dipupuk dari awal sehingga apabila ada ndikasi awal penyimpangan perilaku, maka orang tua bisa mengetahuinya secara lebih dini.Sekali lagi peran keluarga khususnya dalam hal ini orang tua sangat penting. Mencegah penyebaran narkoba dilingkungan keluarga tidak akan pernah terlepas dari peran dan pendidikan orang tua terhadap anaknya. Pengetahuan yang positif tentang bahaya pergaulan bebas yang berujung narkoba, dan informasi penyimpangan perilaku, serta keharmonisan keluarga menjadi kunci utama dalam mencegah anak mengkonsumsi narkoba. Ciptakan keharmonisan dalam keluarga anda mulai sekarang, Cegah Narkoba sebelum terlambat! SAY NO TO NARKOBA!!!.


Kamis, 21 Desember 2017

Narkoba Bukan Identitas Anak Gaul

Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai bagi Kita. Adanya hal tersebut seharusnya menambah kewaspadaan diri kita dalam menjaganya. Saat ini kita sering mendengar maraknya peredaran Narkoba. Narkoba sendiri adalah singkatan dari Narkotika,Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. Dimana istilah terbaru nya adalah Napza "Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif". Yang Membuat Miris adalah Peredaran Obat Jenis Narkotika dan Psikotropika yang jelas sangat berbahaya ini kebanyakan menyasar kaum muda bangsa kita. Sungguh sebuah Ironi. Dalam sebuah upaya kita membangun generasi bangsa yang berkualitas dan dapat diandalkan disisi lain terjadi pengeroposan sebuah generasi yang berjalan secara masiv dan konstruktif.Ada begitu banyak wacana yang digunakan oleh mereka orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk merusak generasi muda bangsa kita. Salah satunya adalah dengan istilah "GAUL". Tidak menutup mata bahwa sesorang bisa terpapar obat obatan jenis tersebut adalah melalui pergaulan dan interaksi dengan lingkungannya. Inilah celah yang kemudian dimanfaatkan untuk lebih mempropagandakan narkoba, artinya maka kemudian diciptakanlah sebuah anggapan semu bahwa anak muda yang belum atau tidak mengenal narkoba adalah tidak gaul. Dan sungguh sangat mengherankan, faktor terbesar generasi muda untuk mengenal narkoba berasal dari hal ini. Padahal kalau kita telaah, tidak ada hubungan sama sekali antara istilah gaul dengan narkoba.Bagi kita tentunya sangat berkewajiban untuk menyampaikan hal ini, bahwa gaul bukan berarti narkoba. Sangat tepat apabila dalam penyampaian disertakan juga bukti bahwa narkoba adalah sesuatu yang sangat merusak daripada mendatangkan manfaat. Efek jangka panjang bagi mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi kadang membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula. Jangan dilupakan juga faktor pendidikan dan pengawasan orang tua yang selalu memberikan arahan dan pettunjuk tentang bagaimana narkoba tersebut.Akhirnya, marilah dengan semangat persatuan dan kesatuan dan kecintaan terhadap generasi bangsa ini, marilah bersama kita menjaga lingkungan kita dari bahaya narkoba ini. Tegas kita katakan "SAY NO TO NARKOBA".


Kamis, 4 Januari 2018

Ancaman Narkoba Bagi Generasi Muda Kedepan

Generasi muda merupakan pemegang tongkat estafet masa depan bangsa. Pemuda  merupakan generasi penerus dan pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan dalam mencapai cita-cita bangsa. Generasi muda memiliki peranan besar sebagai subyek maupun sebagai obyek dalam pembangunan pada masa kini dan masa yang akan datang. Kompetensi dan daya saing pemuda merupakan bagian integral dari pembangunan karakter menghadapi tantangan global.Generasi muda adalah beralihnya seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau muda dengan disertai perkembangan fisik dan non fisik (jasmani, emosi, pola pikirannya dan sebagainya). Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 - 30 tahun. Sedangkan pengertian pemuda (youth) menurut Commonwealth Youth Programme (CYP) adalah sebagai seseorang yang berusia antara 15-29 tahun.Menurut Aristoteles, tentang sifat-sifat orang muda yaitu orang-orang muda punya hasrat-hasrat yang sangat kuat dan mereka cenderung untuk memenuhi hasrat-hasrat itu semuanya tanpa membeda-bedakannya. Kontrol diri manusia dilakukan oleh rasio (akal) dan rasio inilah yang menentukan arah perkembangan manusia. Potensi pemuda ini harus dibangun menjadi sumber daya yang ahli, terampil, dan profesional. Hal ini sangat penting dalam peranannya sebagai generasi penerus bangsa.Jumlah usia pemuda menurut data dan informasi Kemenpora pada tahun 2010 sekitar 57,81 juta jiwa atau 25,04 persen dari penduduk Indonesia yang berjumlah 230,87 juta jiwa. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik ada tahun 2013, usia produktif atau angkatan kerja Indonesia mencapai 118,19 juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda merupakan aset ekonomi yang penting dalam pembangunan dan perkembangan ekonomidi Indonesia terutama menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Maka pemuda Indonesia berpeluang besar menguasai pasar ASEAN. Namun bukan hanya terkait kuantitasnya yang besar sebagai tenaga kerja, akan tetapi menyangkut pula sejauh mana kualitasnya. Jumlah angkatan kerja usia produktif ini perlu akselerasi peningkatan baik kompetensi, pemberdayaan dan pengembangan kualitas potensi pemuda..Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Namun pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik.Dalam kondisi kekinian perkembangan global, berbagai persoalan mengancam eksistensi pemuda. Menurut Kemenpora, beberapa persoalan yang menandai kondisi pemuda saat ini antara lain persoalan rendahnya minat baca di kalangan pemuda, persoalan penyalahgunaan narkoba, premanisme, serta minimnya sarana dan prasarana kepemudaan. Dan ini merupakan faktor yang turut memperbesar masalah kepemudaan.Fenomena narkoba merupakan fenomena yang multidimensi, berkaitan ke seluruh aspek kehidupan mulai dari kesehatan, hukum, sosial dan ekonomi. Narkoba merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam ketahanan nasional karena dalam perkembangannya penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus dan pemimpin bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur syaraf otak. Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) di masa depan.Permasalahan penyalahgunaan narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan global disemua kalangan termasuk pemuda. Bahkan Presiden Joko Widodo menetapkan Indonesia Darurat Narkoba. Berdasarkan Laporan Survei Perkembangan Penyalah guna Narkoba di Indonesia Tahun 2014, diperkirakan berjumlah sebanyak 3,8 juta - 4,1 juta orang atau sekitar 2,10% - 2,25% dari total seluruh penduduk Indonesia usia produktif. Tahun 2015 jumlah penyalah guna narkoba diproyeksikan ± 2,8% atau setara dengan ± 5,1 - 5,6 juta jiwa dari populasi penduduk Indonesia usia 10-59 tahun.Penyalah guna narkoba coba pakai proporsi yang terbesar dari kalangan pelajar mahasiswa. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka akan timbul permasalahan yang lebih besar bagi bangsa kita dikemudian hari, karena memiliki generasi muda yang terbelenggu oleh narkoba..Perkembangan narkoba semakin mengkhawatirkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, mulai berkembangnya narkotika-narkotika jenis baru atau yang disebut dengan New Psychoactive Substances (NPS). Data laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), pada tahun 2011 terdapat 243 jenis NPS yang beredar di berbagai negara, jumlah tersebut meningkat menjadi 251 jenis pada tahun 2012, dan meningkat lagi menjadi 348 jenis pada tahun 2013. UNODC melaporkan pada tahun 2014 sebanyak 540 NPS telah terindentifikasi. Di Indonesia, NPS yang beredar di Indonesia dan turunannya berjumlah 36 buah, 18 diantaranya sudah diatur dalam Permenkes nomor 13 tahun 2014 untuk dimasukkan dalam golongan 1 Narkotika.Peredaran narkoba berkembang dengan berbagai modus, salah satunya memanfaatkan kemajuan teknologi jaringan internet. €œUNODC mencatat bahwa saat ini terdapat ratusan situs online yang menjual dan mengedarkan NPS. Kasus pembelian narkotika jenis NPS secara online sudah sampai di Indonesia. Salah satu contoh kasus yang diterima oleh Balai Laboratorium Uji Narkoba BNN adalah yang terjadi diarea parkir motor Kantor Pos di Jalan RS. Fatmawati No. 10 Jakarta Selatan, dimana tersangka kedapatan membawa paket narkotika jenis NPS (XLR-11) kiriman dari Amerika. Narkotika tersebut di bungkus plastik dengan merk yang berbeda antara lain Purple Diesel, Super Strong Incense , Hulk Kush, Fairly Legal, Mad Hatter dan Mr. Nice Guy. Jadi pemasaran dan penjualan narkotika jenis NPS masih tergolong bebas terutama dilakukan dengan cara transaksi jual beli online.Aspek-aspek yang terganggu akibat penyalahgunaan NPS ini selain dari aspek kesehatan juga mempengaruhi aspek yang lain. Menurut O'Neill, C (2014) penyalahgunaan NPS dapat membahayakan kesehatan, sosial dan ekonomi. Bahaya NPS dari segi kesehatan yang paling utama adalah membahayakan diri sendiri antara lain kerusakan mental, ketergantungan, permasalahan kesehatan fisik, keracunan dan kematianEfek bahaya NPS tergantung dari jenis NPSnya. Ada beberapa jenis NPS yang efeknya kuat bila penggunaannya bersamaan dengan zat lain atau NPS lain. Ada juga jenis NPS yang efeknya lebih bahaya atau lebih dahsyat dari narkoba yang sudah ada. Berdasarkan UNODC untuk golongan jenis NPS golongan Synthetic Cathinones dan Golongan Phenethylamine untuk meningkatkan efek pemakaiannya maka dapat dilakukan dengan cara multi drugs yaitu pemakaiannya bersamaan dengan zat lain sehingga dapat memperkuat efek yang dirasakanAncaman narkoba termasuk NPS mengancam kualitas generasi muda bangsa Indonesia. Didukung oleh peredaran NPS di Indonesia yang masih bebas karena belum semua NPS diatur dalam Peraturan Undang-Undang di Indonesia dan ketidaktahuan penyalah guna NPS bahwa yang mereka konsumsi adalah NPS yang efeknya sama atau lebih berbahaya dari narkoba yang sudah ada. Kalangan yang rawan terhadap penyalahgunaan NPS adalah generasi muda. Rusaknya generasi muda akan mengganggu ketahanan nasional bangsa dan pemuda itu sendiri sehingga akan menghancurkan bangsa. Pemuda yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, apabila sudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba akan merusak semua struktur baik bidang sosial, ekonomi, ketahanan nasional dan pendidikan karena akan merubah struktur pemikirannya, perilaku sosial, daya pandang dan mimpinya.Upaya penanganan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara masif dan bersatu padu dalam suatu gerakan bersama instansi terkait baik pemerintah, TNI/Polri, Swasta dan seluruh komponen masyarakat lainnya untuk melaksanakan strategi yang memadukan pengurangan persediaan (supply reduction) dan pengurangan permintaan (demand reduction) sehingga Program Pencegahan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dapat berhasil. Diperlukan keseriusan dan kebersinambungan tindakan dalam berbagai dimensi, seperti pemberantasan yang tetap garang dengan perampasan aset sindikat narkoba, kewaspadaan terhadap ancaman narkotika jenis baru, sikap toleran penegak hukum dalam menangani penyalah guna narkoba yang berorientasi pada rehabilitasi dan disempurnakan dengan revitalisasi upaya pencegahan dan pemberdayaan gerakan masyarakat melawan penyalahgunaan narkoba.Langkah preventif, pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda bangsa Indonesia adalah dengan melakukan sosialisasi dengan memberikan edukasi terhadap masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, pendidikan sejak dini melalui sekolah dengan memasukkan bahaya narkoba ke dalam kurikulum sekolah. Pembinaan relawan-relawan anti narkoba hingga mengakomodir partisipasi masyarakat untuk bisa berperan dalam penanggulangan narkoba sesuai dengan potensinya masing-masing. Peran keluarga dan lingkungan sangat mendukung dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.Ditengah berbagai tantangan global, pemuda sebagai harapan bangsa harus mengisi waktu dengan hal dan kegiatan yang positif dengan ilmu pengetahuan disertai semangat untuk maju dan berkarya, seperti ada pepatah Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini (KH. Wahid Hashim). Dalam Peringatan Sumpah Pemuda yang ke 87 dengan tema Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi Satu untuk Bumi. Melalui revolusi mental pemuda, kita harapkan lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.


Kamis, 21 Desember 2017

Narkoba Bukan Identitas Anak Gaul

Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai bagi Kita. Adanya hal tersebut seharusnya menambah kewaspadaan diri kita dalam menjaganya. Saat ini kita sering mendengar maraknya peredaran Narkoba. Narkoba sendiri adalah singkatan dari Narkotika,Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya. Dimana istilah terbaru nya adalah Napza "Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif". Yang Membuat Miris adalah Peredaran Obat Jenis Narkotika dan Psikotropika yang jelas sangat berbahaya ini kebanyakan menyasar kaum muda bangsa kita. Sungguh sebuah Ironi. Dalam sebuah upaya kita membangun generasi bangsa yang berkualitas dan dapat diandalkan disisi lain terjadi pengeroposan sebuah generasi yang berjalan secara masiv dan konstruktif.Ada begitu banyak wacana yang digunakan oleh mereka orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk merusak generasi muda bangsa kita. Salah satunya adalah dengan istilah "GAUL". Tidak menutup mata bahwa sesorang bisa terpapar obat obatan jenis tersebut adalah melalui pergaulan dan interaksi dengan lingkungannya. Inilah celah yang kemudian dimanfaatkan untuk lebih mempropagandakan narkoba, artinya maka kemudian diciptakanlah sebuah anggapan semu bahwa anak muda yang belum atau tidak mengenal narkoba adalah tidak gaul. Dan sungguh sangat mengherankan, faktor terbesar generasi muda untuk mengenal narkoba berasal dari hal ini. Padahal kalau kita telaah, tidak ada hubungan sama sekali antara istilah gaul dengan narkoba.Bagi kita tentunya sangat berkewajiban untuk menyampaikan hal ini, bahwa gaul bukan berarti narkoba. Sangat tepat apabila dalam penyampaian disertakan juga bukti bahwa narkoba adalah sesuatu yang sangat merusak daripada mendatangkan manfaat. Efek jangka panjang bagi mereka yang sudah terlanjur mengkonsumsi kadang membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti semula. Jangan dilupakan juga faktor pendidikan dan pengawasan orang tua yang selalu memberikan arahan dan pettunjuk tentang bagaimana narkoba tersebut.Akhirnya, marilah dengan semangat persatuan dan kesatuan dan kecintaan terhadap generasi bangsa ini, marilah bersama kita menjaga lingkungan kita dari bahaya narkoba ini. Tegas kita katakan "SAY NO TO NARKOBA".


Rabu, 27 Desember 2017

Kenali Perilaku Pengguna Narkoba Sejak Dini

Pertumbuhan pengguna narkoba diindonesia yang cenderung meningkat perlu disikapi dengan peran aktif seluruh masyarakat dalam menangkal penyebaran dari zat berbahaya ini. Walaupun sesungguhnya narkoba atau obat obatan yang masuk dalam golongan ini sebenarnya dibuat untuk kemanfaatan manusia pada umumnya, terutama kemanfaatan dalam bidang medis. Menjadi masalah ketika seiring berjalannya waktu, golongan obat atau zat yang mengandung senyawa adiktif ini kemudian menjadi konsumsi bagi mereka yang tidak berhak atau tidak berkepentingan untuk mengkonsumsi, dengan cara mengkonsumsi yang tentu saja menyimpang dan akibatnya tentu sangat berbahaya bagi tubuh.Sebagai masyarakat tentunya kita harus sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk mencegah bahkan menghentikan penyebaran narkoba secara ilegal. Semua faktor harus diketahui oleh semua unsur masyarakat, agar dapat diciptakan sifat kemandirian dan tanggap situasi terhadap sekitar. Tanggap situasi dimaksud adalah mengenali hal hal yang tidak sewajarnya berhubungan dengan penggunaan narkoba secara ilegal. Salah satunya dalah bagaimana kita mengenali sikap dan perilaku para pengguna narkoba.Dengan kita mengenali perilaku para pengguna narkoba, maka diharapkan dapat diterapkan sikap penangan secara dini untuk mencegah akibat yang lebih buruk. Badan Narkotika Nasional melalui riset yang telah dilakukan menjabarkan ciri ciri fisik dan perilaku yang bisa dikenali dari para pengguna narkoba. Hasil riset yang dilakukan menjabarkan kurang lebih ada 53 tanda yang bisa dikenali dari para pengguna narkoba ini. Ciri atau tanda tandanya adalah sebagai berikut :1. Jika diajak bicara jarang mau kontak mata2. Bicara pelo/cadel3. Jika keluar rumah sembunyi-sembunyi4. Keras kepala/susah dinasehati5. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia buat6. Tidak konsisten dalam berbicara7. Sering mengemukan alasan yang dibuat-buat8. Sering berbohong9. Sering mengancam, menantang atau sesuatu hal yang dapat menimbulkan kontak fisik atau perkelahian untuk mencapai keinginannya10. Berbicara kasar kepada orangtua atau anggota keluarganya11. Semakin jarang mengikuti kegiatan keluarga12. Berubah teman dan jarang mau mengenalkan teman-temannya13. Teman sebayanya makin lama tampak mempunyai pengaruh negatif14. Mulai melalaikan tanggung jawabnya15. Lebih sering dihukum atau dimarahi16. Bila dimarahi, makin menjadi-jadi dengan menunjukan sifat membangkang17. Tidak mau memedulikan peraturan di lingkungan keluarga18. Sering pulang lewat larut malam19. Sering pergi ke diskotek, mal atau pesta20. Menghabiskan uang tabungannya atau selalu kehabisan uang21. Barang-barang berharga miliknya atau milik keluarga yang dipinjam hilang dan sering tidak dilaporkan22. Sering merongrong keluarga untuk meminta uang dengan berbagai alasan23. Selalu meminta kebebasan yang lebih24. Waktunya di rumah banyak dihabiskan di kamar sendiri atau kamar mandi25. Jarang mau makan atau berkumpul bersama keluarga26. Sikapnya manipulatif27. Emosi tidak stabil atau naik turun28. Berani berbuat kekerasan atau kriminal29. Ada obat-obatan, kertas timah, bong (botol yang ada penghisapnya) maupun barang-barang aneh lainnya (aluminium foil, jarum suntik, gulungan uang/kertas, dll), bau-bauan yang tidak biasa (di kamar tidur atau kamar mandi)30. Sering makan permen karet atau permen mentol untuk menghilangkan bau mulut31. Sering memakai kacamata gelap dan atau topi untuk menutupi mata telernya32. Sering membawa obat tetes mata33. Omongannya basa-basi dan menghindari pembicaraan yang panjang34. Mudah berjanji, mudah pula mengingkari dengan berbagai alasan35. Teman-teman lamanya mulai menghindar36. Pupusnya norma atau nilai yang dulu dimiliki37. Siklus kehidupan menjadi terbalik (siang tidur, malam melek/keluyuran)38. Mempunyai banyak utang serta mengandalkan barang-barang atau menjual barang-barang39. Bersikap aneh atau kontradiktif (kadang banyak bicara, kadang pendiam sensitif)40. Paraniod (ketakutan, berbicara sendiri, merasa selalu ada yang mengejar41. Tidak mau diajak berpergian bersama yang lama (keluar kota, menginap)42. Sering tidak pulang berhari-hari43. Sering keluar rumah sebentar kemudian kembali ke rumah44. Tidak memperbaiki kebersihan/kerapihan diri sendiri (kamar berantakan, tidak mandi) 45. Menunjukan gejala-gejala ketagihan (demam, pegal-pegal, menguap, tidak bisa tidur berhari-hari, emosi labil)46. Sering meminta obat penghilang rasa sakit dengan alasan demam, pegal, lisu, atau obat tidur dengan alasan tidak bisa tidur47. Mudah tersinggung48. Berubah gaya pakaian dan musik yang disukai49. Meninggalkan hobi-hobi yang terdahulu50. Motivasi sekolah menurun (malas berangkat sekolah, mengerjakan PR, atau tugas sekolah)51. Di sekolah sering keluar kelas dan tidak kembali lagi52. Sering memakai jaket (untuk menutupi bekas suntikan, kedinginan, dll)53. Sering menunggak uang sekolah atau biaya-biaya lainnya.Demikian ciri atau tanda yang bisa dikenal dari para pengguna narkoba. Diharapkan kita secara mandiri untuk bisa mengamati lingkungan sekitar kita dan segera mengambil tindakan yang diperlukan apabila dijumpai tanda tersebut pada anak kita,kerabat, ataupun masyarakat. INGAT! MENCEGAH NARKOBA LEBIH DINI, ADALAH PENTING UNTUK MENCEGAH AKIBAT YANG LEBIH BURUK DIMASA MENDATANG!.


Selasa, 21 November 2017

Yang Perlu Diketahui Dari Narkoba

Dewasa ini sering kita mendengar istilah Narkoba. Kami yakin para pemirsa pasti sudah sangat familiar dengan istilah ini. Dirasakan perlu bagi kita semua untuk lebih mengerti tentang istilah ini. MEngapa demikian? Yah tentu saja karena dibalik istilah ini ada sesuatu hal yang sangat berbahaya dan sangat mengancam kehidupan manusia apapun istilahnya. Narkoba biasanya digunakan untuk menyebut sebuah bahan yang bisa menimbulkan akibat yang mempengaruhi kesadaran. Itu pengertian umumnya. Untuk pengertian khususnya, ikuti terus artikel ini.Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Dan untuk semua istilah ini, baik narkoba ataupun napza, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.Dewasa ini telah dikenal lebih kurang 35 jenis narkoba yang digunakan diindonesia. Dengan asumsi bahwa jumlah itu juga termasuk dalam jumlah yag diketahui dan dikonsumsi oleh mereka yang tidak semestinya dengan dosis konsumsi yang tidak sewajarnya. Dikatakan konsumsi yang tidak semestinya karena sebenarnya apabila jenis obat ini digunakan dalam rangka dan upaya medis maka memang seperti itulah sebenarnya. Tapi apabila digunakan oleh mereka yang sebenarnya tidak menderita kecenderungan medis untuk menggunakan maka para pengguna ini digolongkan dalam pengguna yang tidak semestinya. Tentu saja pengguna yang tidak semestinya ini sangat berhubungan erat dengan penggunaan. Dan sudah jelas apabila digunakan dengan pengguna yang tidak semestinya maka otomatis jumlah penggunaannya juga tidak sewajarnya. Itu belum termasuk alat alat yang digunakan pastilah juga demikian.I. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah: Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja. Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.II. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya. Dengan konsumsi bahan narkoba diatas efek yang ditimbulkan sangat beraneka ragam. Kita biasanya hanya melihat sebagian dari efek itu pada diri pengguna narkoba. Ada baiknya kita pun mengetahui efek yang ditimbulkannya yang apabila digolongkan dalam sebuah kategori besar adalah sebagai berikut:Halusinogen, yaitu efek dari narkoba bisa mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu. Contohnya kokain, LSD.Stimulan, yaitu efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan penggunanya lebih bertenaga serta cenderung membuatnya lebih senang dan gembira untuk sementara waktu. Depresan, yaitu efek dari narkoba yang bisa menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan tertidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw.Adiktif, yaitu efek dari narkoba yang menimbulkan kecanduan. Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan saraf-saraf dalam otak. Contohnya: ganja, heroin, dan putaw.Setelah kita mengetahui itu semua, alangkah sangat bijaksana apabila kemudian selalu ditimbulkan sikap waspada terhadap segala bentuk bujukan, rayuan dan usaha untuk terlibat didalamnya. Karena sekali mengkonsumsi narkoba dan terlibat dalam jaringannya, maka bisa dimungkinkan sangat sulit untuk melepaskan diri darinya. Tetap katakana SAY NO TO NARKOBA!



Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP DI YOGYAKARTA

92

Total Kasus Narkoba

118

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

500

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

7,706,150

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait